Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Ancaman Krisis Minyak Setelah Revolusi Afrika dan Timur Tengah

Serangan yang dilancarkan militer koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis telah terjadi dan meluluhlantakan sebagian Tripoli dan membumihanguskan kediaman Presiden Libya Moamar Khadafi, Serangan ini merupakan hasil dari resolusi DK PBB no. 1973 yang berisi larangan terbang militer Moammar Khadafi. Dalam resolusi tersebut larangan terbang ditujukan untuk melindungi warga sipil dari serangan militer Moammar Khadafi. Serangan ini praktis membuat Khadafi naik pitam dan menyatakan akan menyerang balik. Dari peristiwa ini munculah kontroversi di beberapa negara khususnya negara-negara besar dan negara-negara di Timur Tengah. Seperti dilansir di surat kabar, dari 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB, 5 negara menyatakan abstain yaitu Rusia, China, Jerman, Brasil, dan India. Di Rusia, Perdana Menteri Vladmir Putin mengecam tindakan Militer Koalisi menyerang pasukan Khadafi karena dianggap sebagai "ajakan perang salib" (Kompas, 23 Maret 2011) model baru. Pr...

Kegagalan Otoritarianisme di Afrika utara dan Timur tengah

Revolusi berarti perubahan secara mendasar dan umumnya bersifat masif serta melibatkan berbagai elemen lapisan masyarakat. Revolusi juga berarti perubahan yang cepat atas ketidakpuasan terhadap sistem yang telah berjalan. Konflik yang terjadi di Afrika Utara dan Timur Tengah menunjukkan ada yang harus diubah dan ada sesuatu yang memaksa perubahan harus segera dilaksanakan. Namun, pertanyaan yang menggelitik adalah siapa yang menginginkan perubahan tersebut terjadi? Siapa yang memicu dan mendalangi di balik semua pemberontakan tersebut? Apa kepentingan yang mendasari tindakan tersebut?  Setidaknya menurut media massa dan para pakar, Tunisia menjadi  negara entry point dari perubahan besar yang terjadi di Timur Tengah. Jatuhnya kekuasaan Ben Ali menjadi pemicu dan penginspirasi beberapa gerakan pro-perubahan negara-negara di kawasan tersebut. Gerakan perubahan umumnya membawa jargon pro-demokrasi, yang sudah muak akan rezim otoritarian yang telah menekan kebebasan berpolitik. ...